“Harusnya lima lagu. Saya disuruh rekaman full song lagu-lagu Sheila On 7, padahal nadanya enggak sampai saya. Itu susah banget,” katanya sambil tertawa.
Untungnya, sebelum kamera mulai rolling, seluruh pemain lebih dulu menjalani workshop intensif selama dua bulan. Selama masa latihan itu, mereka dibentuk layaknya band sungguhan, mulai dari latihan musik, membangun chemistry, sampai belajar tampil kompak di atas panggung.
“Workshop-nya padat banget. Jadi pas syuting, saya sudah lumayan pede buat jadi vokalis,” ujar Ari.
Kalau urusan gitar, Ari sebenarnya sudah punya modal dasar. Tapi berkat latihan rutin selama workshop, kemampuannya naik level.
“Basic gitar sebenarnya sudah bisa. Tapi habis workshop dua bulan, sekarang jadi lebih lancar mainnya,” ujarnya.
Menurut Ari, karakter Dika menjadi salah satu peran paling menantang yang pernah ia mainkan. Selain harus belajar musik dari nol, ia juga dituntut membawakan emosi seorang remaja yang merasa tidak pernah cukup di mata ibunya.
“Karakter Dika ini cukup tricky. Salah satu karakter tersulit yang pernah aku peranin karena harus jadi vokalis sekaligus gitaris,” katanya.
