Meski proses syuting dipenuhi tantangan, mulai dari cuaca sampai urusan teknis di lokasi, Ari mengaku semuanya terasa lebih ringan berkat dukungan para pemain dan kru.
“Senang banget bisa kerja bareng teman-teman di film ini. Energi mereka bikin semangat terus selama syuting,” tuturnya.
Di film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Dika digambarkan sebagai remaja yang kesulitan menyampaikan perasaannya kepada sang ibu. Musik kemudian menjadi tempatnya bercerita sekaligus jalan untuk memperbaiki hubungan yang selama ini dipenuhi salah paham.
Sutradara sekaligus produser Ferly Halim mengatakan, film ini lahir dari keresahan yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Menurutnya, rasa sayang sering kali ada, tetapi jarang diungkapkan secara langsung.
“Kadang kita merasa ibu pasti tahu kalau kita sayang. Padahal, mereka juga butuh mendengar dan merasakan kasih sayang itu secara langsung. Lewat film ini saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani mengungkapkan cinta kepada ibu selagi masih ada kesempatan,” ujar Ferly.
