
Sementara itu, Ari Irham mengaku karakter Hikmah menjadi salah satu peran yang paling dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Menurutnya, hampir semua orang pernah berada di fase mempertanyakan arah hidup, mencari jati diri, hingga berusaha memahami diri sendiri.
“Sebagai anak muda, gue juga sebenarnya punya keresahan terhadap apa yang gue lewati setiap hari. Gue pernah berada di posisi mencari jati diri, dan gue yakin cerita Hikmah bakal relate banget buat anak-anak muda yang lagi berproses memahami dirinya, keluarga, dan kehidupan,” ungkap Ari.
Selain mengangkat kisah yang emosional, Seni Merayu Tuhan juga membawa misi literasi. Sebagai adaptasi dari sebuah buku, film ini berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Mizan Pustaka sebagai penerbit buku aslinya. Lewat kolaborasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk kembali membaca buku, mengunjungi perpustakaan, sekaligus melihat bahwa sebuah karya literasi dapat berkembang menjadi tontonan yang menginspirasi.






