Foto: Istimewa
Perjalanan mereka kemudian bersinggungan dengan Idham, karakter yang diperankan oleh Vino G. Bastian, yang saat itu sedang menjalankan tugas resmi. Awalnya, Idham hanya menjalankan kewajibannya tanpa keterlibatan emosi yang mendalam terhadap warga di wilayah konflik tersebut. Namun, kepolosan dan kegigihan Kai serta Ringgo perlahan-lahan meruntuhkan tembok profesionalisme Idham.
Pertemuan tersebut kemudian bertransformasi menjadi sebuah perjalanan tentang tanggung jawab dan kepedulian antarmanusia yang tidak memandang latar belakang. Film ini ingin menunjukkan bahwa di balik kerusakan fisik akibat konflik, ada hubungan manusia yang bisa tumbuh dan menguat. Hal inilah yang menjadi inti kekuatan narasi dalam “Tanah Runtuh”.
Vino G. Bastian menuturkan bahwa film ini memberikan perspektif yang sangat manusiawi mengenai bagaimana individu merespons sebuah kekacauan masif.
“Buat saya, Tanah Runtuh bukan sekadar cerita tentang konflik, tapi tentang bagaimana manusia tetap berusaha saling menjaga di tengah situasi yang kacau. Idham hadir sebagai sosok yang awalnya hanya menjalankan tugas, tapi perjalanan bersama Kai dan Ringgo membuat dia melihat banyak hal secara lebih personal. Itu yang membuat film ini terasa sangat manusiawi,” ujar Vino G. Bastian.






