Foto: Dokter Richard Lee membongkar rahasia dugaan persaingan bisnis di balik kasusnya setelah Doktif alias Dokter Samira dua kali absen di Pengadilan Negeri Tangerang.
“Ini dari negeri dongeng. Pada suatu hari di negeri Konoha, salah satu pemainnya namanya DRL. Di tahun 2023, dia membeli salah satu perusahaan minuman collagen dengan inisial NL. Dia pada waktu itu beli saham 10%, sekitar 16 miliar, udah bayar pajak pada waktu itu ya,” ujar Richard Lee mengawali ceritanya.
Posisi kepemilikan saham tersebut secara otomatis menempatkan DRL sebagai komisaris perusahaan. Namun, situasi mulai bergejolak ketika pihak perusahaan meminta DRL mengumumkan hasil pengujian laboratorium produk saingan ke ranah publik.
“Lalu beberapa saat kemudian, brand tersebut itu, memeriksakan lab brand minuman fiber yang sangat terkenal, namanya FT, ke Amerika. Lalu hasil brand itu (FT) mengandung sibutramine pada waktu itu. Dan minta untuk DRL mengumumkan,” lanjutnya.
DRL sempat menolak permintaan pengumuman tersebut karena enggan terlibat dalam aksi penyerangan pribadi. Ia hanya menyetujui pembuatan konten yang murni bertujuan memberikan edukasi kesehatan bagi konsumen.
