Foto: Dokter Richard Lee membongkar rahasia dugaan persaingan bisnis di balik kasusnya setelah Doktif alias Dokter Samira dua kali absen di Pengadilan Negeri Tangerang.
“Saat meeting DRL sempat menolak, tapi dikatakan ‘ini kan edukasi, Dok.’ Oke, DRL bilang, kalau untuk edukasi DRL bersedia. Kalau untuk menyerang DRL tidak mau,” lanjutnya.
“Pada waktu itu DRL buat video untuk edukasi, lalu stop sampai di situ. DRL tidak ada menyerang personal, DRL tidak ada menyerang ke mana-mana, karena video khusus untuk edukasi,” lanjutnya.
Persoalan berkembang pada tahun 2025 tatkala pemilik merek NL hendak menjual perusahaan kepada kerabatnya. DRL memutuskan melepas seluruh kepemilikan sahamnya secara kooperatif, sebelum akhirnya muncul manuver kolaborasi baru yang mengejutkan.
“Ya udah, DRL-nya punya itikad baik karena dari belinya punya itikad baik, akhirnya ya udah, dijual aja,” lanjutnya.
“Minuman collagen NL itu berkolaborasi dengan wanita bertopeng. Sangat mengejutkan sih karena kan, untuk bikin kolaborasi besar seperti itu, pastinya nggak cukup dong waktu dua minggu ataupun satu bulannya. Pasti ada obrolan-obrolan secara kasaran, kolaborasi besar-besaran,” terangnya.
