
Karena film ini berfokus pada kekuatan karakter, proses casting pun dilakukan dengan sangat selektif. Adis mengaku menemukan kecocokan yang kuat dengan seluruh pemain selama proses reading berlangsung.
“Saya merasa bukan saya yang menemukan mereka, tapi kami saling menemukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, penulis naskah Benjamin mengungkapkan ide cerita Sofia lahir dari kegelisahannya melihat berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat.
Dengan nada bercanda, ia mengaku sempat memiliki target sederhana saat mulai menulis cerita tersebut.
“Awalnya saya berpikir, gimana caranya bikin aktor-aktor Indonesia butuh terapi setelah baca naskah ini,” katanya sambil tertawa.
Di balik candaan tersebut, Benjamin mengaku pernah terlibat dalam sejumlah organisasi sosial yang memperlihatkan berbagai realitas kelam mengenai kekerasan antarmanusia. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi inspirasi utama lahirnya cerita Sofia.
Melalui film ini, Benjamin berharap penonton dapat memahami bagaimana seseorang bisa membenarkan tindakan kekerasan, sekaligus menyadari bahwa tragedi serupa akan terus berulang apabila masyarakat terus menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang lumrah.





