Foto: PWI Jaya Sie Musik dan Film Gelar Konser Musik Spiritual "
”Kita tidak ingin ada bencana lebih besar di negri ini, makanya kita mesti mohon sama Allah dan bertobat bersama-sama. Kita tau kan, beberapa bencana telah terjadi, seprti bencana banjir dan tanah lonsor di Aceh dan Sumut, tabrakan kereta api, bahkan geopolitik perang Iran lawan Amerika dan Israel. Nah setelah konser pertobatan dan ruwatan ini. Kita Mohon kepada Allah SWT semoga kedepan bencana-bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” lanjut Mbah Syaiful.
Kehadiran tokoh budayawan Ngatawi Al-Zastrow menambah bobot nilai budaya dalam konser ini. Sebagai akademisi dan pegiat seni, ia melihat musik sebagai instrumen komunikasi universal yang mampu menyatukan berbagai golongan tanpa memandang strata sosial. Penggunaan lirik bertema pertobatan dinilai menjadi cara paling halus namun efektif untuk berkomunikasi secara transendental.
”Saya senang bisa terlibat diacara ini, ini acara yang luar biasa, kita jadikan budaya sebagai media komunikasi yang mampu menembus segala lapisan masyarakat tanpa sekat, baik umaroh, ulama maupun masyarakat biasa, Bahkan lewat musik ini juga kita jadikan media dialog dengan Alah SWT, karena lirik-lirik lagunya yang berisikan pertaubatan,” ujar Kepala Makara Art Centre Universitas Indonesia itu.






