
Rayi Putra menyebut lagu ini sebagai mature break-up song, yakni lagu perpisahan yang dipenuhi rasa ikhlas, penerimaan, dan tanpa saling menyalahkan. Pesan tersebut menjadi pembeda dibandingkan banyak lagu bertema patah hati yang identik dengan kemarahan atau penyesalan.
Bagi Mikha Tambayong, kolaborasi ini juga memiliki makna emosional. Ia mengaku proyek bersama Rayi merupakan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.
Saat mengikuti ajang pencarian bakat pada 2008 di usia 13 tahun, Mikha sempat bertemu Rayi yang kala itu hadir sebagai bintang tamu. Sejak saat itu, ia diam-diam berharap suatu hari bisa bernyanyi bersama sang musisi. Setelah bertahun-tahun, impian tersebut akhirnya terwujud melalui “Jalan Tengah”.
Dalam proses produksinya, Bianca Nelwan dipercaya sebagai vocal director, sementara mixing dan mastering dikerjakan oleh Reyner Ferdinand.
Nuansa emosional lagu ini juga diperkuat melalui video musik garapan sutradara Moedhalie. Video tersebut memperlihatkan Mikha dan Rayi sebagai pasangan yang menikmati waktu bersama di sebuah taman. Namun, keduanya tampak sibuk dengan dunia masing-masing. Mikha tenggelam dalam buku yang dibacanya, sedangkan Rayi asyik merekam suasana menggunakan kamera camcorder.







