
Momen hangat itu berubah ketika sebuah labirin muncul di hadapan mereka. Keduanya memilih jalur yang berbeda dan terus berjalan dengan harapan dapat bertemu kembali. Namun, perjalanan tersebut justru membuat mereka menyadari bahwa tujuan hidup mereka ternyata tidak lagi sama.
Alih-alih dipenuhi air mata atau pertengkaran, pertemuan terakhir mereka di tengah labirin ditutup dengan senyuman dan lambaian tangan sebelum masing-masing melanjutkan perjalanan sendiri.
Penutup sederhana itu menjadi simbol utama dari pesan yang ingin disampaikan lagu “Jalan Tengah”: terkadang cinta tidak pernah gagal, hanya saja tidak selalu berhasil menemukan jalan tengah.
Single “Jalan Tengah” sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital sejak 17 Juli 2026, sementara video musiknya juga telah tayang di kanal YouTube Mikha Tambayong.






