Foto: Istimewa
Suasana aksi semakin hidup berkat perpaduan musik dan orasi. Melalui panggung sederhana, para peserta menunjukkan bahwa ruang berekspresi tetap milik publik. Aksi ini juga sekaligus menjadi penegasan bahwa upaya pembungkaman suara tidak membuat masyarakat surut, melainkan semakin berani menyuarakan pendapat di muka umum.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari musisi Sukatani. Ia membawakan lagu “Gelap Gempita” dengan aransemen penuh intensitas, menciptakan momen hening sebelum gema tepuk tangan dan seruan solidaritas meledak saat lagu mencapai puncaknya. Penampilan ini menjadi metafora bahwa seni mampu menjadi instrumen perlawanan yang tidak kalah kuat dari kata-kata.

Dari panggung yang sama, aktor Chicco Jerikho turut menyampaikan seruan moral. Ia menekankan perlunya keberanian publik dalam memperjuangkan kebenaran.
“Kebenaran tidak bisa dibungkam,” ujarnya, disambut riuh dukungan dari para peserta aksi.






