Yang bikin film ini terasa spesial adalah cara Istimewa menampilkan penyandang disabilitas. Mereka bukan sekadar karakter pendukung atau pelengkap cerita. Justru merekalah tokoh utama yang menggerakkan seluruh alur film dengan keberanian, rasa percaya diri, mimpi besar, dan semangat yang nggak pernah padam.
Lewat trailer berdurasi beberapa menit itu, penonton diperlihatkan kehangatan kehidupan di Rumah Istimewa. Candaan, kebersamaan, hingga kasih sayang yang mereka bangun terasa begitu natural. Namun suasana berubah ketika Pak Mahendra menghilang, memaksa mereka keluar dari zona nyaman demi menemukan sosok yang selama ini menjadi tempat mereka pulang.
Ruben Adrian mengatakan bahwa film ini lahir dari cerita-cerita nyata yang ia dengarkan langsung dari teman-teman penyandang disabilitas. Karena itulah, Istimewa dibuat dengan pendekatan yang hangat, jujur, sekaligus menghibur.
“Film ini lahir dari kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa. Kami ingin menghadirkan cerita yang bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang disabilitas melalui petualangan yang hangat dan menghibur,” ujar Ruben Adrian.
