Foto: Istimewa
Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, menekankan bahwa fokus utama dari program ini adalah pada aspek kesadaran kolektif. Ia melihat fasilitas ini sebagai sarana untuk membangun budaya baru di tengah masyarakat.
“Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi tentang membangun kebiasaan baru dan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang perlu kita tempuh bersama,” ujar Suci Hendrina.
Pihak pemerintah daerah menyambut baik langkah inovatif ini sebagai pionir bagi pelaku industri lainnya di tanah air. Tantangan sampah kemasan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri perawatan diri menuntut adanya solusi yang konkret dari sisi produsen.
“Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Transjakarta menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas akses sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tambahnya mengenai pentingnya kemitraan lintas sektor.
