Foto: Istimewa
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pun memberikan apresiasi tinggi terhadap model pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di ruang publik. Harapannya, langkah ini memicu efek bola salju bagi perusahaan-perusahaan lain untuk mengambil tanggung jawab serupa.
“Seiring meningkatnya konsumsi produk perawatan diri, jumlah kemasan juga terus bertambah. Karena itu, perlu didorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, termasuk memastikan kemasan tidak berakhir sebagai sampah. Kami berharap inisiatif seperti Paragon Empties Station (PES) dapat diikuti oleh pelaku industri lain, sehingga semakin banyak sistem pengumpulan kembali kemasan yang dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin.
Integrasi fasilitas ini ke dalam infrastruktur transportasi publik juga menjadi kunci efektivitas program dalam mengubah kebiasaan masyarakat. Transjakarta, sebagai penyedia ruang, melihat hal ini sebagai nilai tambah bagi layanan mereka yang tidak hanya sekadar mengantar penumpang, tetapi juga memberikan edukasi.
