Foto: Istimewa
Selain rollback, Aliansi juga menyoroti mekanisme verifikasi calon mitra. Mereka menilai pola verifikasi yang berjalan saat ini masih menimbulkan hambatan dan belum sepenuhnya efisien. Situasi tersebut dinilai berpotensi membebani pengusaha lokal yang telah berkomitmen untuk membantu mewujudkan layanan gizi merata di berbagai daerah.
“Kami menerima banyak laporan dari calon mitra terkait hambatan yang mereka alami. Dari situlah kami menarik kesimpulan perlunya perhatian khusus pemerintah agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar,” ujar Ahmad Yazdi, salah satu perwakilan Aliansi, saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).
Dalam pandangan Aliansi, evaluasi mendalam terhadap setiap kebijakan BGN sangat penting agar seluruh proses berjalan lebih transparan, adil, dan akuntabel. Mereka menekankan bahwa langkah perbaikan dibutuhkan untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program prioritas presiden.
Surat yang ditandatangani Ahmad Yazdi, SH, dan Jabbarudin Wuquf, SH itu juga memuat usulan pergantian sejumlah pejabat fungsional di BGN. Beberapa nama yang disebutkan adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, Ketua Tim Pengarah Tigor Pangaribuan, anggota tim verifikator Ari Santoso, Rikola Fedri, Redy Hendra Gunawan, serta Ketua Pelaksana Verifikator BGN Sony Sonjaya yang kini juga menjabat Wakil Kepala BGN.
