Foto: Istimewa
Aliansi berpendapat bahwa langkah tersebut bukan ditujukan untuk melemahkan lembaga, melainkan agar tata kelola dapat kembali fokus pada misi utama, yaitu memperkuat layanan gizi bagi masyarakat. Dengan demikian, program MBG tetap berada pada jalurnya sesuai arahan presiden.
Selain itu, mereka juga memberikan sejumlah masukan konstruktif. Di antaranya, perlunya verifikasi ulang bagi yayasan atau mitra yang terdampak rollback, pengembalian status dapur persiapan agar dapat melanjutkan pembangunan, serta penjelasan resmi dari pihak BGN mengenai alasan penerapan kebijakan tersebut.
Aliansi menegaskan bahwa seluruh aspirasi ini lahir sebagai wujud dukungan moral kepada pemerintah. Mereka berharap, suara mitra dan masyarakat dapat didengar sehingga cita-cita memperbaiki gizi anak bangsa benar-benar bisa diwujudkan melalui program Makan Bergizi Gratis.
