
“Tantangan terbesarnya adalah membuat lagu yang bukan aku tulis tetap terdengar seperti ceritaku sendiri. Aku mencoba menghubungkan setiap lirik dengan pengalaman hidupku. Bahkan aku mengubah dua baris lirik di bagian akhir reff dan mengeksplorasi melodi agar terasa lebih ‘Aruma’,” tuturnya.
Lewat single Pura-Pura Hidup Lagi, Aruma berharap musik yang ia hadirkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berada dalam proses pemulihan. Ia tidak ingin lagunya dipandang sebagai jawaban atas rasa sakit, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap orang berhak merasakan sedih tanpa harus merasa sendirian. “Aku nggak berharap lagu ini langsung menghilangkan rasa sakit seseorang. Tapi kalau lagu ini bisa membuat mereka merasa ada yang pernah mengalami hal serupa, itu sudah sangat berarti. Karena kadang yang paling kita butuhkan bukan solusi, tapi ditemani,” kata Aruma.
Dengan lirik yang menyentuh, aransemen yang emosional, dan pesan yang begitu dekat dengan kehidupan banyak orang, Pura-Pura Hidup Lagi menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan musik Aruma. Lagu ini sekaligus memperlihatkan kedewasaan musikalnya dalam merangkai cerita yang bukan hanya indah didengar, tetapi juga mampu menjadi ruang refleksi bagi para pendengarnya.



