
Diduga Masih Anak Sekolah hingga Mahasiswa
Dari hasil identifikasi awal, para remaja tersebut diduga masih berusia relatif muda. Berdasarkan dokumentasi foto yang diperoleh petugas, sebagian besar diperkirakan masih duduk di bangku SMA hingga perguruan tinggi.
Rombongan itu juga diketahui berasal dari sejumlah daerah, baik di Jawa Tengah maupun Yogyakarta.
Heri mengaku menyayangkan tindakan tersebut. Pasalnya, larangan pendakian Gunung Merapi sudah berlangsung cukup lama dan informasi mengenai penutupan jalur sebenarnya telah disampaikan berulang kali kepada masyarakat.
Petugas kini berupaya mengungkap alasan rombongan tersebut nekat melakukan pendakian di tengah larangan yang masih berlaku.
Tidak hanya memeriksa para remaja, TNGM juga akan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memfasilitasi perjalanan mereka. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan keterlibatan penyedia jasa perjalanan atau travel yang membawa rombongan menuju kawasan Merapi.
“Nanti mereka akan dipanggil ulang di Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Biasanya dijadwalkan untuk diperiksa lagi di sana, lebih kemudian ya dicari informasi dia bisa naik seperti apa, terus kemudian apakah ada travel yang membawa dia, dan lain sebagainya,” ujar Heri.







