
Karena itu, kecepatan penyampaian informasi kepada calon pendonor menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kehadiran BloodCast diharapkan dapat membantu PMI mempertemukan kebutuhan rumah sakit dengan masyarakat yang memiliki golongan darah sesuai.
Namun, layanan ini bukan sekadar sistem yang mengirimkan pesan secara massal. PMI tetap menempatkan proses verifikasi sebagai bagian penting sebelum informasi kebutuhan darah disebarkan.
Mekanismenya dimulai ketika rumah sakit mengajukan permintaan kebutuhan darah kepada PMI. Setelah menerima pengajuan tersebut, PMI akan melakukan pemeriksaan dan verifikasi untuk memastikan kebutuhan yang disampaikan sesuai.
Jika permintaan telah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diteruskan kepada calon pendonor yang sudah terdaftar dan bersedia menerima pesan dari PMI. Penyampaian informasi dilakukan dengan mempertimbangkan golongan darah serta lokasi calon pendonor agar lebih relevan dengan kebutuhan yang ada.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menerima informasi donor darah secara acak. Pesan yang masuk melalui WhatsApp merupakan informasi kebutuhan yang telah melewati proses pemeriksaan PMI.





